Burung Kuntul Perak (Mesophoyx Intermedia)

Burung Kuntul Perak merupakan satwa sejenis burung bangau yang tergolong hewan langka dan memiliki keunikan tersendiri. Memiliki nama ilmiah Mesophoyx intermedia. Sebagian ahli taksonomi mengelompokkan burung kuntul perak ke dalam genus Egretta atau Ardea sehingga disebut juga dengan Egretta Intermedia atau Ardea Intermedia (Wagler, 1829). Burung Kuntul Perak menjadi maskot kota Bontang Kalimantan Timur yang telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Bontang Nomor 559 tahun 2004. Karena keberadaannya yang banyak ditemukan dan berkembangbiak di daerah perairan pesisir hutan bakau kota Bontang. Pemilihan maskot tersebut telah melalui serangkaian pertemuan, diskusi hingga kegiatan lapangan seperti inventarisasi flora dan fauna serta jajak pendapat yang dilakukan pada 6 kelurahan yang ada di Kota Bontang dengan melibatkan jumlah responden lebih dari 500 orang. Beberapa tahun silam kuntul perak masih mudah dijumpai di pesisir dengan jumlah populasi ratusan ekor. Namun saat ini keadaannya jauh berbeda. Burung Kuntul perak sudah langka dan sangat sulit dijumpai,  berdasarkan informasi dari ketua Balai Taman Nasional Kutai. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kelangkaan Burung Kuntul Perak, apakah karena rusaknya ekosistem pada habitatnya atau sudah bermigrasi ke tempat lain.



Habitat Burung Kuntul Perak

Menurut John Mackinnon dalam buku karangannya yang berjudul burung-burung di Sumatera Jawa Bali dan Kalimantan, menyatakan bahwa Burung Kuntul Perak tidak tergolong jenis burung yang endemik. Wilayah persebarannya sangat luas meliputi beberapa negara seperti Afrika,India, Asia Timur, Asia Tenggara, Indonesia dan Australia. Untuk di wilayah Indonesia sendiri daerah persebarannya terdiri dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Habitat dari burung kuntul perak adalah lahan basah meliputi area persawahan, tempat berlumpur, tepian danau, rawa, sungai kecil dan hutan mangrove. Habitat burung kuntul tersebar hingga pada ketinggian 1000 m diatas permukaan laut. 

Ciri Fisik Burung Kuntul Perak 

Burung kuntul perak mempunyai ukuran tubuh sebesar 69 cm dengan balutan bulu berwarna putih polos. Dengan ciri khas paruh lebih pendek dan leher yang berbentuk S tanpa simpul, garis paruh tidak melebihi mata. Mempunyai iris mata yang berwarna kuning dan juga pada paruhnya berwarna kuning dengan perpaduan warna coklat/hitam pada bagian ujung. Sedangkan pada bagian tungkai hingga kaki berwarna hitam. 

Sifat Dan Perilaku Burung Kuntul Perak 

Di habitat alaminya burung kuntul perak hidup sendiri dan ada yang membentuk kelompok kecil. Burung kuntul perak tergolong hewan yang aktif ketika siang hari. Pada saat mencari makan lebih sering sendirian namun terkadang juga berkelompok dalam jumlah hingga ratusan ekor. Burung kuntul perak juga biasanya berbaur dengan burung lain ketika mencari makan di area persawahan. Pada saat berburu burung kuntul perak berjalan pelan sehingga terlihat anggun dengan kepala didekatkan ke permukaan air untuk mendeteksi mangsa. Makanan burung kuntul perak adalah ikan kecil, katak, serangga air dan belalang. Ketika dalam kondisi waspada akan meluruskan lehernya ke atas dan berdiri tegak. 

Perbedaan Jantan dan Betina Burung Kuntul perak

Untuk menentukan jantan dan betina pada burung kuntul perak tidak bisa dilakukan dengan mengamati dari ciri fisiknya, karena keduanya memiliki ciri fisik yang sama. Sehingga untuk mengetahui jenis kelaminnya harus menggunakan cara lain seperti melakukan pengamatan secara langsung ketika musim kawin.

Siklus Reproduksi Burung Kuntul perak

Kuntul Perak biasanya berkembangbiak ketika musim penghujan. Di wilayah Jawa Timur berkembangbiak pada bulan Desember hingga Februari. Kuntul perak membangun sarang dengan sistem koloni yang besar dan bercampur dengan burung kuntul lainnya, blekok, kokokan, ibis, pecuk dan yang lainnya. Koloni tersebut akan bersarang pada pohon-pohon yang tumbuh dekat perairan, rawa, atau hutan mangrove dengan ketinggian mulai dari 1,5 meter hingga 20 meter dari permukaan tanah. Sarang terbuat dari ranting-ranting pohon, kuntul perak menghasilkan telur sebanyak 2-6 butir yang berwarna hijau pucat. Kuntul perak mengerami telurnya selama 24 hingga 27 hari. Setelah menetas anakan kuntul perak akan asuh oleh induknya sampai berumur 40 hari dan tetap bergabung dengan induknya hingga berumur 70 hari. Pada kenyataannya tidak semua anakan yang menetas berhasil hidup hingga dewasa, karena kalah bersaing berebut makanan dan akhirnya mati. Ada juga yang mati karena dimangsa oleh predator. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama