Musang Pandan (Paradoxurus Hermaphroditus)

Musang pandan merupakan hewan mamalia yang suka memakan buah-buahan, meskipun sebenarnya musang pandan adalah hewan karnivora. Mempunyai nama latin Paradoxurus Hermaphroditus. Di daerah Betawi dikenal dengan sebutan Musang, untuk di daerah Jawa dikenal dengan Musang luwak, dan untuk daerah Sunda masyarakat setempat menyebutnya Careuh. Dinamakan musang pandan karena mempunyai aroma yang mirip dengan wangi pandan, tetapi juga terkadang aroma tersebut bisa terasa menyengat yang bisa menyebabkan mual. Musang pandan banyak dijumpai pada pemukiman desa dan perkotaan. Kebanyakan masyarakat menganggapnya sebagai hama karena sering memangsa ternak seperti ayam. Namun musang pandan juga mempunyai sisi positif yaitu sebagai penghasil kopi luwak. Musang pandan sangat pandai memilih kopi terbaik yang nantinya akan dikeluarkan kembali bersama kotorannya dan menjadi komoditas kopi pilihan dengan sebutan kopi luwak. Tidak hanya biji kopi, musang pandan juga memakan buah-buahan kecil lainnya sehingga bijinya akan tersebar ke beberapa letak ketika musang mengeluarkan kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut akan tumbuh setelah beberapa waktu, secara tidak langsung musang pandan sangat berjasa untuk penghijauan.

Habitat Musang Pandan 

Tempat yang disukai oleh musang pandan adalah hutan, perkebunan, semak belukar, dan permukiman masyarakat. Dapat bertahan hidup hingga pada ketinggian 2.500 m diatas permukaan laut. Persebaran musang pandan di Indonesia terjadi secara alami mulai dari Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Dan telah diintroduksi ke beberapa wilayah seperti Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Sulawesi. Populasi musang pandan masih banyak di alam bebas, namun habitatnya sedikit demikian sedikit mulai di ambil alih oleh manusia. 

Jenis-Jenis Musang Pandan 

Musang pandan di alam bebas ada dua varian, yaitu musang pandan ekor hitam (umum) dan musang pandan ekor putih (warna putih di ujung ekor). Kedua varian tersebut tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya pada warna ekor saja. Namun Musang Pandan ekor putih lebih digemari untuk dipelihara dibandingkan yang ekor hitam. 

Ciri Fisik Musang Pandan 

Musang pandan mempunyai tubuh berukuran kurang lebih 50 cm dan panjang ekor sekitar 40 cm dengan bobot berkisar 2,3 kg. Tubuh musang pandan didominasi oleh bulu berwarna kecoklatan dengan moncong dan ekor berwarna kehitaman. Sisi bagian atas tubuh berwarna kecoklatan dengan varian warna coklat dan merah tua. Pada bagian wajah kaki dan ekor berwarna kehitaman. Mulai dari dahi samping wajah hingga bawah telinga berwarna keputihan. Terdapat garis berwarna hitam samar-samar di bagian tengah dahi mulai dari hidung hingga atas kepala.

Sifat dan Perilaku Musang Pandan 

Musang pandan termasuk hewan soliter dan nokturnal yang aktif ketika malam hari, ketika siang hari lebih sering sembunyi atau tidur di lubang-lubang pohon. Musang pandan mempunyai kebiasaan hidup di pepohonan (arboreal), namun terkadang juga turun ke tanah untuk mencari makanannya. Musang pandan jantan mempunyai daya jelajah yang luas hingga 17 km, sedangkan musang pandan betina mempunyai daya jelajah yg lebih sempit yaitu 2 km. 

Perbedaan Jantan dan Betina Musang Pandan 

Untuk menentukan kelamin pada Musang Pandan bisa dilihat dari jarak antara anus dan kelamin. Pada Musang Pandan jantan jarak antara anus dan alat kelamin berjauhan kurang lebih sekitar 3 cm. Sedangkan untuk yang betina jarak antara anus dan alat kelamin berdekatan. 

Siklus Reproduksi Musang Pandan 

Musang pandan bisa bereproduksi sepanjang tahun. Ketika musim kawin musang pandan betina akan memasuki masa bunting sekitar 2 bulan. Musang pandan biasanya melahirkan anak sebanyak 2 hingga 5 ekor. Anakan yang baru dilahirkan memiliki bobot sekitar 80 gram dengan mata mesih tertutup dan akan mulai terbuka setelah berumur 11 hari. Musang pandan mengasuh anaknya di lubang-lubang pohon atau celah bebatuan hingga umur 2 bulan. Setelah itu anakan akan mulai mandiri dan akan memasuki masa kawin setelah berumur satu tahun. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama